Guest Blog : Blog, Kejujuran & Rasa Manusiawi

Honda CL350

Image courtesy of Joshua Hoffman

*untuk post SRT kali ini, aye menghadirkan seseorang yang selama ini membimbing & mendampingi aye dalam kehidupan, entah pait-pedes-manis-tawar, siapa lagi kalo bukan bini aye haha. Nape ujug-ujug bawa bini? Soalnya aye nyuruh dia nulis something yang…yah, kayaknya patut dibaca bagi orang waras : Kejujuran & Kemanusiaan. Enjoy brah #RF

Awalnya, saya tidak ingin menjadi blogger. Sejak pertama mengenal dunia internet, saya lebih tertarik akan mencari informasi & cerita, bukan menjadi yang memberikan. Hey, memangnya blog itu haruslah menawarkan 2 hal itu? Mari kita lanjutkan…

Triumph Cafe Racer

Image courtesy of Matthieu Pegard

Setelah muncul platform blogging & free web service seperti Angelfire serta Tripod (remember their all-black background? Rad!), banyak orang berpikir untuk membuat sebuah situs, zine atau apapun itu yang dianggap ideal baik dari konten serta gaya penulisan mengikuti selera & keinginan masing-masing. A personal media & scrapbook at internet. Awesome eh?

Saya tidak paham sejarah dunia blogging & personal site, namun saya bersyukur kegiatan ini menjamur dan sampai terus berkembang. Mengapa? Karena makin banyak informasi alternatif & konten-konten yang lebih personal jika dibandingkan dengan situs profesional. Mulai dari fashion, berita, diari personal, sastra, sampai yang sekarang sedang membuat seseorang tergila-gila : Otomotif.

Triumph Cafe Racer

Image courtesy of Matthieu Pegard

Hmmm, enough with the intermezzo, shall we move to the real topic? Berhubung saya hijau dalam dunia blogging (10 years stuck at microblogging!), bagaimana kalau saya melemparkan beberapa pertanyaan, entah pada anda yang menjadi pembaca, atau pada blogger muda & tua. Tolong dijawab dengan jujur ya :

1. Apa alasan anda membuat & menjadi penulis blog?
2. Mengapa harus blog?
3. Jika anda sudah memiliki blog & menulis artikel, sudah pantaskah anda disebut sebagai blogger?

Norton Cafe Racer
Sangat personal ya 3 pertanyaan itu? Tidak usah dijawab & diumbar di kolom komentar kok. Cukup hati & nurani anda yang menjawab serta menyimpannya. Nah, jika sudah menjawab pertanyaan diatas dengan jawaban “Ya” akan pertanyaan terakhir, saya akan melempar pertanyaan selanjutnya :

1. Apakah blog anda berguna? Maksudnya, blog anda memiliki isi yang dirasa berguna bagi pembacanya, entah itu secara tersirat, inspiratif, atau secara gamblang & nyata (for example, bagaimana caranya mengganti ban mobil)

2. Apakah anda yakin akan informasi yang terkandung dalam blog anda dengan memiliki keakuratan, argumen yang kuat, tanpa ternoda akan asumsi tanpa dasar & sumber yang dipertanyakan kesahihannya?

Motorcycle Girl & Passenger

Image courtesy of Augusto Serna

Sudah? Selanjutnya kita berdiskusi sedikit. Ketika saya bertanya pada Reyhan, apa saja tipe blog itu? Rupanya hanya ada 2 : Baik & Buruk. Inilah deskripsinya :

“Menurut aye semua blog, mau nulis soal cangcut sampe mongtor itu sama aja : Go-Blog. Haha JK, blog itu hanya ada dua macem. Keren ato kacrut.

Blog keren itu kalo inspiratif, bikin pembaca & penulisnya mengetahui manfaat dari isi tulisannya, membuat kita mendapat pengetahuan, cerita menarik, ato sekadar canda-tawa. Intinya sih, misi penulisnya masup, dan sang penulis gak sia-sia nulis.

Blog yang kacrut bin ancur itu adalah blog yang bikin bingung pembacanya kayak : “Kamsud nih tulisan apa Brah? WTF is the point!?” dan “Beneran info-nya? Jangan-jangan HOAX lagi” ato “G*blok nih Blogger, nulis berita & fakta realita, tapi ngawur kayak lagi di-injeksi morfin 4 liter non-stop / TELER!”

Apakah anda setuju pada penuturan lelaki bermulut kasar ini? Meski getir, saya rasa poin dari Reyhan ada benarnya. Untuk apa membaca sebuah tulisan di blog tanpa mendapat manfaat. Kecuali photoblogging, bagi saya esensi terpenting dari blog ada di tulisannya. Apakah penulis menanamkan sesuatu yang berguna yang inspiratif, menantang batin & menghibur, atau malah kosong ; Hanyalah kumpulan huruf-huruf tanpa rangkaian yang tidak bergizi.

Triumph Street Triple
Kembali lagi kepada judul : Kejujuran & Rasa Manusiawi.

Dalam kegiatan blogging, kedua hal itu mutlak. Mengapa? Karena blogging adalah hubungan antar manusia. Penulis memberi informasi & cerita atau kadang menanyakan sesuatu pada pembaca, dan pembaca mencerna & menterjemahkan maksud tulisan, sekali-kali memberikan jawaban & kesan terhadap tulisan. Hal spesial yang jarang ditemukan pada media lain.

Saya suka membaca blog karena saya merasa dimanusiakan, karena saya sebagai manusia membaca tulisan yang dibuat untuk manusia, dan saya dapat memberikan pertanyaan & jawaban kepada manusia. Sayang, Reyhan sering curhat (Ngasih tahu doang kok aye! #RF), kalau dia sering menjumpai blogger yang tidak memanusiakan pembacanya.

Woman & Yamaha R1

Image courtesy of Nuntius

Mulai dari kacaunya layout tema blog, tulisan tanpa struktur dengan typo tersebar dari A-Z, sampai pertanyaan & koreksi yang tidak dijamah penulisnya. Saya bilang : “Kamu sudah pantas sebagai manusia yang berhak untuk bertanya & menghakimi orang?“.

Jawabannya : “Bahkan kalo aye itu sapi, kalo nanya dengan pertanyaan dengan bahasa & maksud yang jelas mestinya dijawab dong!”. I wondering, who’s that blogger? Isn’t him? They? You? Or even…Me?

Terpikir tidak : Apakah penulis membaca blog-nya sendiri? Untuk yang punya blog & sudah menulis, coba baca tulisan anda sendiri. Perhatikan, simak, dan rasakan : Apakah tulisan anda bermakna & bisa dibaca dengan mudah oleh manusia atau tidak? Benarkah isi tulisan anda? Gunakan rasa kemanusiaan anda, jangan hanya terfokus pada menulis tulisan baru. Kecuali jika anda memang menganggap orang lain binatang…

Kalau anda merasa pantas disebut sebagai “Blogger“, maka anda harus membuat tulisan blog anda dapat dibaca, dimengerti & dipercaya oleh orang lain. Jangan lupa, manusia adalah makhluk sosial, jadi jangan tinggalkan begitu saja kegiatan diskusi, karena terkadang dari diskusi, terbit secercah pencerahan & ide-ide lainnya.

Moto Guzzi V7 Racer
Dan terakhir : Nobodies perfect, even the most sophisticated organism, human. Jadi memberi & menerima feedback itu wajib hukumnya. Kecuali anda antisosial (dan sepertinya tidak mungkin, karena kalau buat apa membuat blog yang dapat dibaca publik?), menerima & menjawab dengan jujur adalah sifat manusia paling penting. Dan pemberi feedback juga merasa dimanusiakan, karena membantu & dibantu manusia lain dalam menggapai kebenaran.

Jujurlah pada diri sendiri, dan gunakan rasa kemanusiaan anda. Jangan sampai karena blog anda, ada pihak lain yang merasa dibohongi, dicurangi, sampai-sampai merasa dianggap bukan manusia waras, hanya karena kegiatan blogging anda. Bukankah anda ingin blog anda bermanfaat bagi pembacanya? Atau anda terlalu terporos pada diri anda sendiri? It’s your choice.

Oh, tulisan ini terlalu panjang ya? Saya minta maaf kalau anda capek membacanya, dan tulisannya tidak berhubungan dengan tema blog ini…Saya minta maaf kalau ada kesalahan kata, atau jika saya tidak memanusiakan anda karena terlalu nikmat kolaborasi mengetik bersama Reyhan. Goodnight, and thanks for reading!

About Tarmac Tezza

25% Femme Fatale. 25% Cry Baby. 25% 7-years old Girl. 25% 21-years old Woman. Mixed without compromise.

21 responses to “Guest Blog : Blog, Kejujuran & Rasa Manusiawi

  1. Basho

    Inilah yang bikin ane ngga pernah absen mampir di blog ente. Tulisan2 ente masih bisa menginspirasi ane yang berusia 10 tahun lebih tua dari ente. Keep up the good work😉

  2. Like this! sayah suka dengan tulisan situh, inspiratip.

  3. jadi kangen blognya mz Arie sesat…

  4. mantab..btw kukira semakin kebawah semakin bagus gambanrya..ternyata cuman gambar paling atas yg bagus…ah..😀

  5. hemm….sepertinya saya bukan blogger ya mbak, hehehe:mrgreen:

    masih belum pantas disebut blogger……….

  6. tulisan yang inspiratif😀

    bikin betah nongkrong di blog ini🙂

  7. Blogwalker

    Artikel yg mantap, cuma yg jadi pertanyaan, berapa banyak yg membaca dan memberikan respon yg baik terhadapnya, ma’af tak bermaksud lancang menilai, hanya mencurahkan yg terasa di hati selama ini

    • Tarmac Tezza

      Mungkin…Tulisan ini bukanlah magnet SEO, atau menarik blogwalker untuk membacanya, terlihat dari judulnya saja tidak semenarik seperti…Well, for example : “Honda Vario 125 Injeksi harganya 15,9 Juta Gan!”

      Doesn’t really matters, asal sudah jujur, merasa menulis sepenuh hati, dan unek-unek keluar, itu sudah cukup bagi saya.

      Feedback sedikit, pageviews minim, yah…Itu berarti tulisan saya tidak terlalu menarik bagi publik rata-rata pembaca blog ini (fans R2 & Otomotif)

      Terimakasih atas feedback-nya Blogwalker, appreciate it!😀

      • mainstream blogger rasanya udah terlalu banyak……….kita butuh yang seperti ini:mrgreen:

        *bosen juga ngeliat berita2 motor baru mulu……..

      • blogwalker

        @Tarmac Tezza :

        ma’af sekali lagi buat tuan rumah, sepertinya sampeyan salah tangkap (jadi tidak enak hati saya), kalimat
        ” membaca dan memberikan respon yg baik” tsb lebih saya tujukan kepada pemilik warung/blogger2 yg lain, karena selama saya blogwalking selama ini, sedikit sekali saya menemui tulisan2 yg isinya seperti yg anda bahas, sekali lagi untuk artikel anda saya sangat menyukainya, 2 jempol tanpa ragu untuk sampean

        • Tarmac Tezza

          Ah, maaf-maaf Mas Blogwalker kalau saya salah tanggap😦

          Yah, ada 3 kemungkinan sang pemilik & admin blog memberikan respon yang….Well, tidak manusiawi mungkin :

          1. Malas menjawab, terlalu fokus membuat tulisan
          2. Feedback menggunakan kata-kata yang…Terlalu barbar
          3. Gak bisa jawab / tidak mengerti pertanyaan yang diajukan padanya (sekalipun berhubungan atau membantah isi postingannya)

          Kebanyakan yang ke-1 & ke-2 kalau diperhatikan. Sekalipun yang ke-3, jawabannya suka terlalu simpel, mengawang-awang, atau menghindari pertanyaan lebih lanjut yang ditakutkan menjatuhkan isi postingannya.

          Dan anehnya, pembaca setianya tidak banyak mengomentari hal itu. Mungkin sudah terlalu cinta akan blog yang ia gemari…Jadi sedikit “buta” akan ketidak-ramahan pemiliknya. Cinta memang menyakitkan ya🙂

          Blog-blog seperti itu sering saya jumpai, jadi di kolom komentar lebih terlihat interaksi komentator dibanding komentator & admin. How absurd😦

Komentar? Caci-Maki? Curhat? Iklan? Titip Link? Tulis Aje!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: