Belajar Ngerem Part 2 : Kapan Mesti Mengerem

Bike Braking
Ini nih, buntut dari cupu-nya aye dalam nulis blog. Biar part-1 gak panjang-panjang amat, kali ini aye bagi jadi beberapa part….sekarang kite lanjut yook ke part-2 :

Kapan Mesti Mengerem
Braking hard
Hal penting lainnya, adalah anda mesti tahu kapan saatnya mesti mengerem. Yo’i, perhatikan kondisi jalan & motor. Biasakan memandang & memikirkan efek dari mengerem, apakah harus mengerem dengan keras, atau cukup melamban secara perlahan. Jangan sampe gara-gara anda ngerem dengan spontan, bikin pengendara laen jadi nubruk anda, atau anda mengerem di jalanan licin karena pasir, air atau oli, yang kemungkinan besar bikin motor anda menghasilkan suara “Gedubrak

Pengalaman bermain disini, baik trik menarik tuas, posisi badan, atau menambah grip. Bisa dengan menurunkan kaki, mengubah posisi riding jadi membungkuk, dan laen-laennya

Mengerem Yang Bener / Optimum (Dalam Kota)
Ini adalah cara-cara gimana agar kemampuan mengerem anda dalam kondisi jalanan kota menjadi lebih lihai, selamat menikmati sajiannya

1. Awali dengan rem belakang
Jika anda mau mengerem dengan lemah / gak kuat-kuat, gunakan rem belakang. Tentu aja…gak usah diinjek / ditarik dalem-dalem…slow aja. Ini karena dengan menggunakan rem belakang, terjadi pemindahan beban secara perlahan, dari belakang ke depan. Kenapa gak pakai rem depan? Ini karena kalau menggunakan rem depan, besar kemungkinan beban akan langsung berpindah secara besar ke depan, yang bikin grip di ban belakang jadi turun, bahkan hilang

2. Lanjut ke rem depan
Setelah tadi pakai rem belakang, otomatis udah menambah beban yang ditahan ban depan, membuat grip di roda depan siap untuk digunakan untuk mengerem. Jadi….silahkan tarik tuas rem depan, agar putaran roda di depan berkurang dengan aman

Sama seperti rem belakang, ngerem pake rem depan juga gak usah kuat-kuat kalau hanya untuk memperlambat kecepatan motor. Tarik tuas secara perlahan namun pasti, dan kurangi & lepas secara perlahan juga, agar grip di roda depan masih baik untuk menjaga keseimbangan motor

3. Mengerem secara kuat
Yes…saatnya belajar mengerem secara kuat (Hard Braking). Tindakan ini dilakukan, untuk :

-Menghindari kecelakaan seperti objek di depan secara cepat
-Memberhentikan motor secara cepat karena sudah gak ada jalan / mau berhenti saat itu juga
-Gaya (Stoppie, Endo)

Yang mesti diingat, mengerem dengan kuat, haruslah memikirkan cukup atau tidakkah grip di roda serta kondisi rem. Jika grip terasa kurang cukup atau rem kurang baik, ya jangan menarik tuas dengan brutal. Tapi kalau grip cukup & rem siap digunakan dengan kuat, ya monggo….cieeeetttt

Bagaimana caranya hard braking yang benar sendiri, akan dikupas pada poin-poin berikutnya

4. Kecepatan
Mesti ingat ye : Dengan kecepatan yang tinggi, anda malah lebih mudah mengerem dengan kuat. Loh? Ini karena, dengan kecepatan tinggi, perpindahan beban menuju depan, akan lebih cepat terjadi, sesuai dengan kecepatan motor. Jadi, anda bisa menarik tuas lebih cepat agar rem depan bekerja

Inga-inga, saat anda lagi kenceng, kondisi badan juga berpengaruh! Jika anda lagi mengerem kuat, kondisi badan lebih baik menunduk & sedikit maju ke depan, agar beban motor berpindah ke depan, agar grip di roda depan jadi cukup. Setelah mengerem dengan rem depan, lanjut injak / tarik rem belakang…cieeetttt, berhenti dengan baik deh mongtornya

5. Rem Belakang saat hard braking?
Balik lagi ke logika : Saat hard braking, hampir seluruh beban di motor berpindah ke depan, sehingga di roda belakang menjadi minim, bahkan kehilangan beban. Karena ini, tentu grip di roda belakang jadi gak ada kan? Sehingga, peranan rem belakang saat hard braking kurang, bahkan gak terlalu penting

Meski demikian, dalam hard braking, peranan rem belakang juga bakal muncul setelah kondisi beban mulai normal (gak semua berada didepan). Karena motor menggunakan RWD (penggerak roda belakang), jadi rem belakang tetap berfungsi agar putaran roda di belakang berkurang, membuat kecepatan berkurang. Inget, setelah kondisi beban normal ya!

Okeh-okeh, kalo masih penasaran, silahken dilanjut ke part-3!

About RYHN.FRDS

Your dangerously addictive photographer. Excels at motography, riding crap bikes & cursing about it.

8 responses to “Belajar Ngerem Part 2 : Kapan Mesti Mengerem

  1. BTW:gimana nih dengan motor macem FDku yang masih pake tromolšŸ˜¦

    kata temen yg biasa pegang BeAT, nih motor gak ada remnyašŸ˜†

  2. btw soal mengerem Rey, aku sekarang mulai sadar gunanya rem belakang buat mencegah kaki turun pas “crowded traffic” atau pas low speed cruising di parkiran (dan waktu belajar gymkhana sedikit-sedikit). It do slowing me a bit, but it is effective. Tinggal belajar aja gimana supaya bisa ngukur tekanan di kaki pas applying rear brakes, biar ga keterusan hahaha.

    *efeknya? kampas rem belakang jadi tipis, cakram belakang juga mulai kemakan, padahal baru setaun hahaha.

  3. oh iya, masih soal rem belakang, refleks ngerem belakang itu sucks. Udah beberapa kali ban ngeslide di aspal gara-gara ngehindarin motor yang ngerem mendadak (okay, i admit that my lack of scanning do involved in this one). Udah mencoba buat ngelatih biar ga ngerem belakang waktu hard braking tapi tetep kebawa juga kebiasaan era tromol ini hahaha.

Komentar? Caci-Maki? Curhat? Iklan? Titip Link? Tulis Aje!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: