Belajar Ngerem Part 1 : Mengerem Di Motor, Terlihat Remeh, Padahal Krusial

Brake Handle
Ngerem di motor itu keliatan simpel : Tarik tuas, dan…motorpun melambat & berhenti. Sesimpel itukah mengerem di motor? Tidak juga…

Brake Crash
Coba kita lihat banyaknya kecelakaan di jalan, terutama yang menimpa pada rider pemula. Penyebabnya rata-rata karena tidak pahammnya sistem kerja rem, serta bagaimana ngegunainnya dengan baik & benar. Padahal, dengan mengetahui “seni” dari mengerem, minimal bisa mengurangi & menghindari dari kecelakaan

Oke, kali ini aye mau kupas satu-satu dari kegiatan rem-mengerem…stay tune!

Agar bisa mengerem, anda butuh grip. Jadi, sebelum bicara soal mengerem, lebih baek jika kita tahu, apakah itu grip & hubungannya dengan mengerem

G-R-I-P
Grip Bike
Sekarang aye nanya ke anda, “Grip apaan sih?”, jawabannya akan beragam bukan? Sekarang aye nanya lagi, “Grip yang minim itu apaan sih?”, pasti dalam pikiran anda, jawabannya adalah jalanan yang licin karena oli atau cairan seperti air & oli. Tapi, grip itu sebenarnya apa?

Grip itu adalah gesekan, sentuhan yang ban rasakan, dengan permukaan aspal. Tanpa gesekan dengan aspal (dan udara), dijamin mongtor gak butuh bensin, setelah mencapai kecepatan yang diinginkan. Sayangnya, Tuhan kita menciptakan dunia yang penuh gesekan, jadi…ya mesti beli bensin Pertamax atau Keremium agar mesin terus bekerja menghasilkan tenaga

Grip & Beban
Jason Britton Stoppie
Makin besar beban di ban, makin banyak grip yang didapat. Kenapa? Ya karena dengan makin gede beban, otomatis makin lebar & luas pula permukaan ban yang menempel di aspal.

Jadi….lebih gede beban, pengereman akan lebih baik?
Gak juga….karena kalau begitu, truk tronton dengan beban puluhan ton, akan lebih cepat mengerem dibanding motor. Padahal kenyataanya? Laen kan?

Ini semua karena gravitasi, yang membuat benda yang memiliki bobot yang berat, akan lebih lama & panjang untuk deselerasi. Jadi, grip yang besar, belum tentu mampu berhenti dengan cepat. Agar mampu mengerem dengan baik, grip & kekuatan mengerem haruslah seimbang. Beban gede emang bikin grip makin kuat, tapi agar mampu menggunakan grip besar itu, anda juga mesti memiliki perangkat rem yang kuat, agar mampu menahan beban berat itu

Tak ada beban = Tak ada grip
Dessert Wheelie
Coba anda lihat gambar diatas, seorang ABG lagi asik wheelie / standing. Tentunya dikarenakan hampir seluruh beban dibebankan ke roda belakang, kalo ngerem pakai rem depan, dijamin oleh pemerintah, pasti gak akan berguna dalam memberhentikan motor bukan? Jika tuas ditarik, cakram & velg akan berhenti, namun motor masih melaju, karena gak ada gesekan antara ban depan & aspal. Jadi, grip sangatlah krusial dalam mengerem

Distribusi Beban
Weight Distribute
Motor memang punya 2 titik beban, bentuknya bulat sempurna, namanya velg & ban. Namun, yang mesti diperhatikan adalah : Pembagian bebannya, terutama saat mengerem atau deselerasi, tidak tentu 50% antar roda

Ketika anda mengerem, katakanlah dengan rem depan, otomatis terjadi deselerasi. Nah, karena gravitasi, beban yang awalnya terbagi di tengah, berpindah menuju depan, yang membuat kondisi ban & suspensi harus sigap menahan tekanan ban. Hubungan antara suspensi & pengereman akan dijabarkan nanti (bah, dah kayak Guru aja gua hahaha)

Slip & Rem Yang Terkunci
Z Brake
Secara logika, velg & cakram akan lebih mudah berhenti, jika bebannya ringan…ya kan?

Pemikiran ini, suka bikin banyak rider mikir…kalo lagi lagi meluncur ke bawah, misalnya di turunan, karena beban lagi berpindah ke depan, lebih baik ngerem pake rem belakang yang lagi menahan beban yang ringan. Padahal? Ujug-ujug malah jatuh, karena ban tiba-tiba slip

Ini terjadi, lagi-lagi karena masalah grip & beban. Karena beban yang ringan, ban belakang akan lebih mudah kehilangan grip saat mengerem. Jadi, lebih baik mengerem dengan rem depan saat turunan, meskipun harus menahan & menjaga rem secara terus menerus

Hubungan Antara Suspensi & Pengereman
Funny Stoppie
Semua motor modern, pastinya memiliki suspensi depan & belakang yang menggunakan per hidrolik dengan beragam sistem, ada teleskopik, upside-down atau swing-arm macam Bimota Tesi. Lalu, hubungannya apa sama pengereman? Ada, dan sangat krusial malahan!

Kan udah tau, hubungan antara grip & beban dengan pengereman. Nah, suspensi ini berperan sangat penting dalam menahan & membagi beban itu ke roda

Aye berikan contoh nih : Misalkan anda lagi pake motor di jalan, katakanlah kecepatannya sekitar 60-80km/h, dan anda mesti berhenti. Otomatis, anda menarik tuas rem, yang membuat putaran velg melamban. Nah, pas momen mengerem itu, terjadi deselerasi yang membuat beban yang tadinya merata, sontak berpindah ke depan. Sewaktu beban berpindah ke depan, secara otomatis suspensi menahan tekanan itu, sekaligus mentransfernya ke ban agar ban menjadi melebar, agar kontak ban makin meluas ke aspal, sehingga grip menambah

Pffeifer Stoppie
Yang mesti diingat, kondisi suspensi sangat berperan dalam pengereman. Jika kondisi suspensi motor anda lemah atau tidak berfungsi, otomatis motor akan lebih sulit saat mengerem, terutama saat mengerem kuat. Ini karena tidak pergerakan per dalam rem, tidak sesuai dengan aturan. Ya terlalu jeblos ke depan, atau malah kokoh gak turun-turun, otomatis grip jadi kacau

Jadi, ada hubungannya kan, suspensi & pengereman. Sama seperti rem, perawatan suspensi sendiri, juga penting agar mengerem makin aman. Kondisi fork, per, oli suspensi…semuanya mesti terawat & dicek secara berkala

ZZR Brake
Setelah berbusa-busa aye bicara soal grip, kali ini saatnya bicara soal perangkat rem…cekidot bung!

Ketika Tuas Rem Ditarik
Stoppie
Di era modern ini, rata-rata motor sudah menggunakan perangkat rem cakram. Sewaktu tuas rem ditarik, piston hidrolik mendorong silinder serta membuat minyak rem mengalir melalui selang, membuat kaliper dengan sigap mendorong kampas rem untuk menggesek piringan cakram yang berada di velg depan, membuat putaran cakram yang menempel di velg jadi melamban. Simpel bukan?

Meski terdengar simpel, cukup tarik tuas & cakram berhenti berputar, belum tentu motor ikut berhenti. Mesti diingat, bahwa masih banyak faktor lain, seperti gesekan ban & aspal karena velg tiba-tiba turun kecepatannya, atau dorongan dari suspensi yang mendorong titik berat motor ke depan

Belum lagi masalah perawatan. Jika anda lupa kapan terakhir anda mengisi, menambah & menguras master rem anda, selamat…perangkat rem anda mungkin bisa bermasalah nanti. Jangan lupa perawatan lainnya, seperti membersihkan & mengganti kampas rem, mengecek kondisi kaliper & selang rem, serta bentuk & rotasi cakram

Sekian dulu ya men, nanti kite lanjut ke part-2!

About RYHN.FRDS

Your dangerously addictive photographer. Excels at motography, riding crap bikes & cursing about it.

14 responses to “Belajar Ngerem Part 1 : Mengerem Di Motor, Terlihat Remeh, Padahal Krusial

  1. NandhaFirstya

    masih belom bisa ngerem dgn bener..khususnya kalo lagi ujan..

    tapi gambar yg tromol depan pecah keren tuh..pasti fotografer handal tuh yg jepret..bukan ababil2 yg gaya doang megang DSLR…

  2. imho, artikel kepanjangan han, males bacanya, lebis sip dibikin bbrp bab sesuai pembahasan, but nice posttt

  3. lekdjie

    pusing gan..

  4. capek membaca dan memahaminya…xixiix
    btw ane rider suzy RU120 kalo rem kebanyakan selalu pakai rem depan…belakang kurang pakem…kalo kondisi jalan ngk sip biasanya direm ala ABS manual..yaitu rem belakang ditekan alus dan rem depan di pejet..lepas..pejet..lepas…apakh bener itu??

    • Bener, soalnya itu kan menurunkan kecepatan tanpa ngilangin momen puntir (torsi) secara gede2an, alias deselerasi secara bertahap

      Kalo langsung breg full injek rem belakang kan ada kemungkinan ngunci roda….

  5. bacanya sambil ngos2an, by de way ini info yang sangat berharga

  6. Mantap bang…. ane paham ni sekarang… kapan2 ane copas ye… dengan simber abang tentunye….he…..blh?

Komentar? Caci-Maki? Curhat? Iklan? Titip Link? Tulis Aje!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: